Sekuntum Toleransi untuk Merah Putih


Embun pagi memaniskan mata
Senyum salju selalu tersaji di depan rumah warga
Di puncak pohon terbayang merah putih Serambi Mekah
Para Ulama tumbuh subur di Nusantara

Di sini tumbuh banyak Umat
Meski mayoritas umat Nabi Muhammad
Tetesan gerimis selalu menjadi limpahan rahmat
Karena mereka patuh pada Ayat-ayat

Bagi mereka ; Beda tak di jadikan duri dalam soalan
Karena hati mereka telah terpatri Iman
Mereka yakin ; ada keindahan dalam perbedaan
Seindah bunga-bunga yang bertabur pada pernikahan

Umat Nabi Muhammad merangkul bibit perbedaan yang tumbuh di bumi pertiwi
Bagi mereka ; keharusan membagi harum tak terkecuali
Karena Indonesia negeri intan pusaka Ilahi
Negeri yang tiada terperi

Di sini, tasamuh menjadi aroma kasturi
Yang menghalangi duri-duri setan menjilati kanan-kiri
Agar tak tertikam rasa benci
Bahkan memakan darah kawan sendiri

Hitam putih tak menjadi riuh dalam sepi
Berbeda Hyang tak jadi pembakar suburnya bumi pertiwi
Beda menjadikan kehangatan tersimpan dalam kudus kalbu
Dengan taburan bintang berbiji rindu

Komentar